Sabtu, 05 Oktober 2013

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


ETIKA SEBAGAI TINJAUAN
(Etika Profesi Akuntansi)

Kelompok 1  4EB14:
Fitria Handayani                (22210847)
Hafidz Muslim                  (23210086)
Karlina Faradila                (23210842)
Mega Adha Asha             (24210306)
Priscilla Christiani            (25210396)
Rahel Natalia Dimalouw   (25210552)
Suci Lestari                     (26210706)



UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2013

PENGERTIAN ETIKA
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
Dari  sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:
o   Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
o   Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak.
o   Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.
Pengertian etika menurut para ahli:
·        Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.
·        Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan  bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.
·        Bertens (1994) menjelaskan, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Bentuk jamaknya adalah ta etha artinya adat kebisaan, dari bentuk jamak inilah terbentuk kata Etika oleh filsuf Yunani Aristoteles(384-322 BC) dipakai untuk menunjukan filsafat moral. Berdasarkan asal – usul kata tersebut Etika berarti Ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.





PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Seluruh gagasan atau ide dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu sebagai berikut :
1.               Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2.         Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3.         Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4.         Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5.         Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
·       kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
·       kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya    tersebut
·       kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6.         Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :

1.      Tanggung jawab profesi :
Jadi seorang akuntan harusnya tuh dalam menjalankan tanggung jawabnya harus professional dengan memikirkan dan mempertimbangkan moral di setiap kegiatannya.
2.      Kepentingan publik :
Karena seorang akuntan itu termasuk anggota IAI, jadi seharusnya memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik artinya ga boleh memanipulasi setiap data atau menutupi kecurangan atau kebenaran yang terjadi, dan menunjukkan komitmen proffesional dalam setiap tindakannya.
3.      Integritas : 
Akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
4.      Obyektifitas : 
Maksudnya tuh seorang akuntan tidak boleh berpihak kepada perorangan, jadi harus sesuai dengan kebenaran yang sesuai dan bebas dari benturan kepentingan pribadi.
5.      Kompetensi dan kehati-hatian profesional : 
Jadi akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten.
6.      Kerahasiaan : 
Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Artinya walaupun ada pihak lain yang ikut campur dan mau tahu tentang data klien ga boleh seenaknya memberikan begitu saja,harus melalui persetujuan klien dan prosedur atau persyarakatan yang berlaku oke.
7.      Perilaku profesional :
Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras atau yang kita kenal tidak berubah-berubah dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat menurunkan atau menjatuhkan profesionalismenya.
8.      Standar teknis :
Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan, maksudnya tuh harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu juga. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
Sehingga ada 2 prinsip etika, yaitu
1.         Relativisme Etika
adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara menyeluruh, kebenaran semua prinsip moral bersifat relatif terhadap budaya atau pilihan individu.

2.         Absolutisme Etika
adalah paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral itu universal, berlaku untuk siapa saja dan dimana saja.


BASIS TEORI ETIKA
a.     Etika Teleologi
Dari kata Yunani,  telos = tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
1.     Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistisyaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
2.     Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan dianggap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan.
Analisis Biaya Keuntungan (Cost Benefit Analysis) pada dasarnya tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. Dalam analisis biaya keuntungan, biaya suatu proyek dinilai, demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan.

b.     Deontologi dan Teori Hak
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk, deontologi menjawab : karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.          
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika. Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.
c.      Teori Keutamaan (Virtue)
Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.
Memandang  sikap atau akhlak seseorang tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.    Kebijaksanaan
b.    Keadilan
c.    Suka bekerja keras
d.    Hidup yang baik


EGOISM
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”. Lawan dari egoisme adalah altruisme.
Terdapat dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self-servis). Menurut teori ini, orang boleh saja yakin ada tindakan mereka yang bersifat luhur dan suka berkorban, namun semua tindakan yang terkesan luhur dan/ atau tindakan yang suka berkorban tersebut hanyalah sebuah ilusi. Pada kenyataannya, setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri. Menurut teori ini, tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat altruisme, yaitu suatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan dirinya. Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).
Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau “mencintai diri sendiri,” dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan  atau kecerdikan untuk menipu.

Jumat, 14 Juni 2013

How to Teach 1st Grade

Teaching 1 st grade will be different by
teaching high school students. Required
certain techniques so that the child can
absorb lessons more fun considering the
psychological child is still in the early learning
stages.

The voice sounded clear enough by children,
intonation, etc. are things that are very
important to be possessed by the teacher.
For early elementary grades, they are still
considered early childhood, before providing
early childhood learning, as teachers need to
recognize the characteristics of elementary
school age children first. Do not forget to
always give something new and varied for
them. No need expensive, objects in the
environment can be the object of exploration
for children.

The period is also very short of their
concentration. Thus, teachers must have a
second plan, and even third, fourth plan
needs to be prepared for them so they do not
saturate. Keep in mind that early childhood is
a period play. Thus, the instruction given to
them should be based on the principles of play
(fun, children can explore, gain a lot of
experience).

Children are not miniature adults but they
have the characteristics and uniqueness of
each. So, do not equate them with the high
school kids that are easier on the set and was
able to concentrate for a long time.

Comment :

I very agree with your article. I think
teaching 1st grade is very different, even
difficult. Because that, teaching 1st grade
extra patient. And inside teaching 1st grade
needs more techniques, such as clear voice,
intonation, etc. And I think children have
the unique characteristic. Between one
children and another have different
characteristic. So, don't think that
teaching 1st grade is the same as
teaching high school, because the
children's ability to concentrate is still
low. Meanwhile high school ability to
concentrate is high. Appropriate each
level. But more than easy teaching 1st
grade than teaching high school. Because
1st grade not yet have any problem, so
very easy teaching 1st grade than high
school who have any problem in mindset
them. Problem can distrub in teaching, will
distrub concertration. So if you teaching
anything, you should concertration. Certain
you can fast understanding. But if you not
seriusly and have any problem you can difficulty
in teaching anything.
Sumber : artikel-bahasainggris.blogspot.com/2013/01/how-to-teach-1st-grade.html?m=1

Kamis, 30 Mei 2013

Nyai ti kali

Liburan selalu diisi dengan berkumpul di rumah nenek di Bogor. Seperti liburan biasanya, kami semua (keluarga besarku mulai dari uwak, bibi, mamang) melakukan hal di luar rutinitas kami. Mulai dari bedah empang, nyari ciput, sampai mandi di kali.

Hari ini waktu menujukkan sudah pukul 16.00, matahari sudah sedikit meredup cahayanya. Bapak saya sebagai leader buat ponakannya untuk bedah empang. Semua bocah pada turun ke empang buat ngambilin ikan. Kotor semua, badan penuh lumpur. Tidak mungkin untuk membersihkannya satu per satu di kamar mandi yang berukuran kecil dan para bocah cukup banyak. Diputuskan untuk mandi kali aja. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 yang sebentar lagi masuk waktu magrib.

Awalnya nenek saya sudah melarang, tapi bapak saya keras kepala. Yasudah kami semua bergegas ke kali. Sampai disana tidak ada hal yang ganjil.

Bapak saya mandi dekat batu. Dan di batu itu banyak sekali sampah yang menyangkut. Dengan niat baik bapak saya MEMUNGUTI SAMPAH SAMPAH YANG TERSANGKUT DIBATU. waktu semakin sore ibu saya menyusuli saya menyuruh saya bapak dan adik saya untuk pulang. Saat itu hanya keluarga saya saja yang tersisa di kali itu, selebihnya sudah pulang. Begitu saya melihat bibi saya bergegas pulang, bulu kuduk saya merinding, merasakan hal yang aneh begitu melihat kali sepi. Dan bapak saya pun merasakannya.

Ketika pulang, mata bapak saya TERTUJU PADA BATU YANG IA BERSIHKAN TADI. Tapi itu semua kita anggap berlalu aja.

Begitu sampai di rumah, saya kakak dan adik saya muter muter menikmati udara sore.

Sesampainya di rumah nenek saya kembali, saya mendapatkan kabar kalau bibi saya KESURUPAN. Badan menggeliat seperti kerasukan arwah ular, tapi setelah di tanyakan ternyata dia arwah dari kali. Dia korban pemerkosaan pacarnya yang mayatnya tersangkut di BATU yang bapak saya bersihkan tadi.

Pucet langsung bapak saya. "pantes aja tadi pas mungutin sampah kaya liat ada kaen cewe, pas aa tarik koq kaya ada yang narik dari dalem di pikir arus gtw semakin aa kenceng yang di dlm juga makin kenceng nariknya, trus pas mau plg aa ngerasa janggal sama batu itu, ywdh sepanjang plg aa dzikir aja sambil gendong lana" ujar bapak saya dengan muka pucat.

Begitu bibi saya sadar, dia pun mengunggkapkan apa yang dia liat "td pas bilasan tuti sekelewatan ngeliat ada cwe di belakang aa trus tuti liat dia masuk ke tuti" Semenjak kejadian itu, belum ada lagi yang pergi ke kali buat mandi.

Dua hari berlalu. Tiba-tiba ada kejadian aneh lagi.

Malam itu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah aki saya (orang yang mengeluarkan arwah tadi dalam tubuh bibi saya). Setelah di buka sama anaknya aki saya tidak ada orang. Tapi tiba-tiba anaknya aki saya yang membuka pintu tadi mengeluarkan darah dari hidungnya tanpa sebab. Setelah itu, anak itu mengeluarkan gelagat tidak beres. Sidik punya sidik ternyata ini ulah arwah tadi. Arwah tadi langsung masuk ke tubuh anak tadi. Aki saya buru-buru mendoakan agar itu arwah keluar dari tubuh anak itu. Sebelum di keluarkan, arwah itu memarahi aki saya, tidak suka di ledek sama sepupu saya. Jadi ketika itu arwah merasuki bibi saya, sepupu saya bukannya ikut mendoakan tapi malah meledek arwah itu. Marah lah arwah itu dan balik lagi menyamperi aki saya. Aki saya langsung meminta maaf. Maaf di terima pergilah arwah tadi entah kemana.

Sabtu, 05 Oktober 2013

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


ETIKA SEBAGAI TINJAUAN
(Etika Profesi Akuntansi)

Kelompok 1  4EB14:
Fitria Handayani                (22210847)
Hafidz Muslim                  (23210086)
Karlina Faradila                (23210842)
Mega Adha Asha             (24210306)
Priscilla Christiani            (25210396)
Rahel Natalia Dimalouw   (25210552)
Suci Lestari                     (26210706)



UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2013

PENGERTIAN ETIKA
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
Dari  sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:
o   Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
o   Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak.
o   Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.
Pengertian etika menurut para ahli:
·        Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.
·        Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan  bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.
·        Bertens (1994) menjelaskan, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Bentuk jamaknya adalah ta etha artinya adat kebisaan, dari bentuk jamak inilah terbentuk kata Etika oleh filsuf Yunani Aristoteles(384-322 BC) dipakai untuk menunjukan filsafat moral. Berdasarkan asal – usul kata tersebut Etika berarti Ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.





PRINSIP-PRINSIP ETIKA

Seluruh gagasan atau ide dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu sebagai berikut :
1.               Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2.         Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3.         Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4.         Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5.         Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
·       kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
·       kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya    tersebut
·       kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6.         Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :

1.      Tanggung jawab profesi :
Jadi seorang akuntan harusnya tuh dalam menjalankan tanggung jawabnya harus professional dengan memikirkan dan mempertimbangkan moral di setiap kegiatannya.
2.      Kepentingan publik :
Karena seorang akuntan itu termasuk anggota IAI, jadi seharusnya memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik artinya ga boleh memanipulasi setiap data atau menutupi kecurangan atau kebenaran yang terjadi, dan menunjukkan komitmen proffesional dalam setiap tindakannya.
3.      Integritas : 
Akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
4.      Obyektifitas : 
Maksudnya tuh seorang akuntan tidak boleh berpihak kepada perorangan, jadi harus sesuai dengan kebenaran yang sesuai dan bebas dari benturan kepentingan pribadi.
5.      Kompetensi dan kehati-hatian profesional : 
Jadi akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten.
6.      Kerahasiaan : 
Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Artinya walaupun ada pihak lain yang ikut campur dan mau tahu tentang data klien ga boleh seenaknya memberikan begitu saja,harus melalui persetujuan klien dan prosedur atau persyarakatan yang berlaku oke.
7.      Perilaku profesional :
Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras atau yang kita kenal tidak berubah-berubah dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat menurunkan atau menjatuhkan profesionalismenya.
8.      Standar teknis :
Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan, maksudnya tuh harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu juga. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
Sehingga ada 2 prinsip etika, yaitu
1.         Relativisme Etika
adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara menyeluruh, kebenaran semua prinsip moral bersifat relatif terhadap budaya atau pilihan individu.

2.         Absolutisme Etika
adalah paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral itu universal, berlaku untuk siapa saja dan dimana saja.


BASIS TEORI ETIKA
a.     Etika Teleologi
Dari kata Yunani,  telos = tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
1.     Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistisyaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
2.     Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan dianggap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan.
Analisis Biaya Keuntungan (Cost Benefit Analysis) pada dasarnya tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. Dalam analisis biaya keuntungan, biaya suatu proyek dinilai, demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan.

b.     Deontologi dan Teori Hak
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk, deontologi menjawab : karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.          
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika. Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.
c.      Teori Keutamaan (Virtue)
Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.
Memandang  sikap atau akhlak seseorang tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.    Kebijaksanaan
b.    Keadilan
c.    Suka bekerja keras
d.    Hidup yang baik


EGOISM
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”. Lawan dari egoisme adalah altruisme.
Terdapat dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self-servis). Menurut teori ini, orang boleh saja yakin ada tindakan mereka yang bersifat luhur dan suka berkorban, namun semua tindakan yang terkesan luhur dan/ atau tindakan yang suka berkorban tersebut hanyalah sebuah ilusi. Pada kenyataannya, setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri. Menurut teori ini, tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat altruisme, yaitu suatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan dirinya. Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).
Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau “mencintai diri sendiri,” dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan  atau kecerdikan untuk menipu.

Jumat, 14 Juni 2013

How to Teach 1st Grade

Teaching 1 st grade will be different by
teaching high school students. Required
certain techniques so that the child can
absorb lessons more fun considering the
psychological child is still in the early learning
stages.

The voice sounded clear enough by children,
intonation, etc. are things that are very
important to be possessed by the teacher.
For early elementary grades, they are still
considered early childhood, before providing
early childhood learning, as teachers need to
recognize the characteristics of elementary
school age children first. Do not forget to
always give something new and varied for
them. No need expensive, objects in the
environment can be the object of exploration
for children.

The period is also very short of their
concentration. Thus, teachers must have a
second plan, and even third, fourth plan
needs to be prepared for them so they do not
saturate. Keep in mind that early childhood is
a period play. Thus, the instruction given to
them should be based on the principles of play
(fun, children can explore, gain a lot of
experience).

Children are not miniature adults but they
have the characteristics and uniqueness of
each. So, do not equate them with the high
school kids that are easier on the set and was
able to concentrate for a long time.

Comment :

I very agree with your article. I think
teaching 1st grade is very different, even
difficult. Because that, teaching 1st grade
extra patient. And inside teaching 1st grade
needs more techniques, such as clear voice,
intonation, etc. And I think children have
the unique characteristic. Between one
children and another have different
characteristic. So, don't think that
teaching 1st grade is the same as
teaching high school, because the
children's ability to concentrate is still
low. Meanwhile high school ability to
concentrate is high. Appropriate each
level. But more than easy teaching 1st
grade than teaching high school. Because
1st grade not yet have any problem, so
very easy teaching 1st grade than high
school who have any problem in mindset
them. Problem can distrub in teaching, will
distrub concertration. So if you teaching
anything, you should concertration. Certain
you can fast understanding. But if you not
seriusly and have any problem you can difficulty
in teaching anything.
Sumber : artikel-bahasainggris.blogspot.com/2013/01/how-to-teach-1st-grade.html?m=1

Kamis, 30 Mei 2013

Nyai ti kali

Liburan selalu diisi dengan berkumpul di rumah nenek di Bogor. Seperti liburan biasanya, kami semua (keluarga besarku mulai dari uwak, bibi, mamang) melakukan hal di luar rutinitas kami. Mulai dari bedah empang, nyari ciput, sampai mandi di kali.

Hari ini waktu menujukkan sudah pukul 16.00, matahari sudah sedikit meredup cahayanya. Bapak saya sebagai leader buat ponakannya untuk bedah empang. Semua bocah pada turun ke empang buat ngambilin ikan. Kotor semua, badan penuh lumpur. Tidak mungkin untuk membersihkannya satu per satu di kamar mandi yang berukuran kecil dan para bocah cukup banyak. Diputuskan untuk mandi kali aja. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 yang sebentar lagi masuk waktu magrib.

Awalnya nenek saya sudah melarang, tapi bapak saya keras kepala. Yasudah kami semua bergegas ke kali. Sampai disana tidak ada hal yang ganjil.

Bapak saya mandi dekat batu. Dan di batu itu banyak sekali sampah yang menyangkut. Dengan niat baik bapak saya MEMUNGUTI SAMPAH SAMPAH YANG TERSANGKUT DIBATU. waktu semakin sore ibu saya menyusuli saya menyuruh saya bapak dan adik saya untuk pulang. Saat itu hanya keluarga saya saja yang tersisa di kali itu, selebihnya sudah pulang. Begitu saya melihat bibi saya bergegas pulang, bulu kuduk saya merinding, merasakan hal yang aneh begitu melihat kali sepi. Dan bapak saya pun merasakannya.

Ketika pulang, mata bapak saya TERTUJU PADA BATU YANG IA BERSIHKAN TADI. Tapi itu semua kita anggap berlalu aja.

Begitu sampai di rumah, saya kakak dan adik saya muter muter menikmati udara sore.

Sesampainya di rumah nenek saya kembali, saya mendapatkan kabar kalau bibi saya KESURUPAN. Badan menggeliat seperti kerasukan arwah ular, tapi setelah di tanyakan ternyata dia arwah dari kali. Dia korban pemerkosaan pacarnya yang mayatnya tersangkut di BATU yang bapak saya bersihkan tadi.

Pucet langsung bapak saya. "pantes aja tadi pas mungutin sampah kaya liat ada kaen cewe, pas aa tarik koq kaya ada yang narik dari dalem di pikir arus gtw semakin aa kenceng yang di dlm juga makin kenceng nariknya, trus pas mau plg aa ngerasa janggal sama batu itu, ywdh sepanjang plg aa dzikir aja sambil gendong lana" ujar bapak saya dengan muka pucat.

Begitu bibi saya sadar, dia pun mengunggkapkan apa yang dia liat "td pas bilasan tuti sekelewatan ngeliat ada cwe di belakang aa trus tuti liat dia masuk ke tuti" Semenjak kejadian itu, belum ada lagi yang pergi ke kali buat mandi.

Dua hari berlalu. Tiba-tiba ada kejadian aneh lagi.

Malam itu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah aki saya (orang yang mengeluarkan arwah tadi dalam tubuh bibi saya). Setelah di buka sama anaknya aki saya tidak ada orang. Tapi tiba-tiba anaknya aki saya yang membuka pintu tadi mengeluarkan darah dari hidungnya tanpa sebab. Setelah itu, anak itu mengeluarkan gelagat tidak beres. Sidik punya sidik ternyata ini ulah arwah tadi. Arwah tadi langsung masuk ke tubuh anak tadi. Aki saya buru-buru mendoakan agar itu arwah keluar dari tubuh anak itu. Sebelum di keluarkan, arwah itu memarahi aki saya, tidak suka di ledek sama sepupu saya. Jadi ketika itu arwah merasuki bibi saya, sepupu saya bukannya ikut mendoakan tapi malah meledek arwah itu. Marah lah arwah itu dan balik lagi menyamperi aki saya. Aki saya langsung meminta maaf. Maaf di terima pergilah arwah tadi entah kemana.